Menjelang Panen, Masyarakat Denggen Gelar Nyelamet Dowong
warga denggen membawa sajian dari masjid menuju makam tempat lokasi inyi acara nyelamet dowong /Potret Lombok

Lombok Timur, Potretlombok- Kelurahan Denggen, Kecamtan Selong, Kabupaten Lombok Timur, menggelar acara adat nyelamet Dowong (Selamatan padi). Acara ini dilakukan setiap tahun, sebelum masa panen tiba dengan harapan tanamam padi Masyarakat terhindar dari hama dan penyakit, sehingga hasil panen bisa melimpah.
Tokoh Adat Kelurahan Denggen Lalu Selamet menyampaikan acara ini sudah dilakukan setiap tahun, ketika padi sudah berumur satu bulan atau ketika tanamn padi sudah berbuah. Bagi Masyarakat Denggen acara ini wajib dilakukan.
“Acara ini dilakukan setiap tahun saat padi sudah berumur satu bulan. Upcara ini harus dilakukan,” terang Lalu Selamet.
acara Nyelamet Dowong ini dilakukan selama dua hari. Acara dimulai pada hari Jum’at, dengan melakukan pembersihan makam leluhur. Acara kemudian dilanjutkan pada hari minggu dilakukan pemotongan ayam.
Pemotongan ayam ini dilakukan di satu tempat khusus yang dibuatkan lubang. Hal ini dilakukan dengan agar penyakit tidak menyebar, kemudian darah dari penyembelihan ayam tersebut kemudian di alirkan ke daun bambu.
“darah yang menempel di daun bambu itu kemudian dimanfaatkan oleh warga sebagai pestisida alami, karena hama akan focus didarah dan tidak menganggu tanaman padi,” imbuhnya.
Pada acara itu Masyarakat juga akan mengmbil air disebuah mata air merta sari yang dinilai sebgai air suci. Air tersebut kemudian akan dialirkan ke sawah petani dengan tujun agar hama-hama yang telah mati itu akan hanyut.
Pada puncak acara, Masyarakat akan berkumpul di makam desa setempat untuk melakukan doa dan zikir Bersama. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk rasa Syukur kepada tuhan, dan berharap agar hasil panen dapat berlimpah sehingga dapat mewujudakan swasembada pangan.
Salah satu warga Muslihin mengaku kalau ia sangat antusias mengikuti acara adat ini, ia dengan sukarela menyediakan aneka makanan dan berbagai macam buah-buahan untuk bisa disantap bersama para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
“kami berharap hasil panen tahun ini bisa berlimpah setelah berdo’a pada acara adat Nyelamet Dowong ini” Kata Muslihin.
Sebelum acra dimulai para Perempuan, membawa dulang dari masjid menuju ke areal makam leluhur untuk dilakukan ritual zikir dan do’a serta mengambil air suci di mata air merta sari. Seusai acara masyarakat akan menyantap makan tersebut secara Bersama-sama. (pl-1)

Mantap uhuuy