Hasil Pantauan Hilal di NTB Tidak Terlihat, 1 Ramadan Jatuh Hari Kamis

Ilustrasi rukyatul hilal menggunakan teleskop saat matahari terbenam. (Sumber: Ilustrasi AI)

Mataram, Potretlombok.com-Berdasarkan hasil pantauan tim rukyatul hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) NTB. hilal di langit NTB belum terlihat atau masih berada di bawah ufuk.

Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag NTBArino Bemi Sado menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan tinggi hilal di NTB -1 derajat, artinya hilal masih dibawah ufuk. Sehingga hilal belum terlihat.

“Ini berdasarkan hasil pemantauan yang berlangsung di Pusat Observasi Bulan (POB) di Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara,” terangnya.

Karena hilal tidak terlihat, sehingga akan dilakukan istikmal. Bulan yang sedang berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Sehingga hari Rabu (18/2/2026) besok masih 30 Sya’ban. Kemudian hari Kamis (19/2/2026) memasuki 1 Ramadan.

Ia menyebut, Rabu besok tidak perlu lagi dilakukan pengecekan hilal. Karena dipastikan posisi hilal sudah diatas ufuk dengan ketinggian 8 derajat.

Baca juga: Cegah PMK, Lotim Dapatkan Gencarkan Vaksinasi

“Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hilal juga tidak terlihat,”katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Zamroni Azis mengatakan bahwa hasil pemantauan ini akan di laporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan laporan dalam sidang isbat.

“Hasil pemantauan inibakn kamibkirim ke kemenag pusat sebagai bahan untuk sidang Isbat,” tutupnya. (PL-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *