DPRD Lotim Minta Dikes Periksa Kesehatan Masyarakat Terdampak Banjir

Ketua DPRD Lombok Timur M Yusri ketika mengunjungi terdampak banjir di Dusun Sungkun Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. (Ist)

Lombok Timur, Potret Lombok- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim) meminta Dinas Kesehatan (Dikes) turun memeriksa kesehatan masyarakat yang terdampak banjir di Dusun Sungkun Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru.

Ketua DPRD Lombok Timur M Yusri mengatakan Dusun Sungkun merupakan salah satu daerah yang cukup parah terdampak banji.

“Kami minta OPD terkait segera turun untuk menangani masalah ini. Terutama dinas Kesehatan, agar segara turun mengecek kesehatan masyarakat,” terang Ketua DPRD Lotim Muhammad Yusri, Selasa (10/2/2026).

Beberapa hari lalu pihaknya telah turun mengecek kondisi warga. Puluhan rumah warga masih terendam banjir. Sehingga dikhawatirkan genangan itu akan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat.

Sejumlah warga disebut sudah ada yang mengeluh gatal-gatal, demam dan menceret. Ia meyakini hal itu disebabkan oleh genangan air yang tidak kunjung surut, sehingga mengakibatkan bakteri dan jentik-jentik nyamuk semakin banyak.

“Jika ini tidak segera diatasi, maka Kesehatan masyarakat akan semakin terganggu. Apalagi di sana banyak anak-anak. Kita khawatir mereka akan terkena DBD, diare maupun penyakit-penyakit yang lain,” katanya.

Ia menegaskan Dinas kesehatan segera mengatensi masalah dan keluhan kesehatan warga tersebut, dengan berkoordinasi bersama Puskesmas di Kecamatan Jerowaru atau sekitarnya, agar tidak semakin parah.

“Ini yang paling penting menjadi atensi. Selain itu kita koordinasikan dengan BPBD dan PUPR untuk mencari jalan keluar air yang menggenang sudah beberapa Minggu itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru Wirkas Suandi menyampaikan banjir tersebut terjadi sejak tanggal 23 Januari lalu, akibat curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan bendungan di dusun tersebut meluapkan ke rumah warga.

“Jumlah warga yang terdampak sebanyak 56 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 197 jiwa. Warga yang terendam rumahnya mengungsi di dua tempat, laki-laki di tenda BPBD sementara perempuan di rumah warga,” katanya.

Diakui selama ini pemerintah dalam hal ini BPBD dan beberapa pihak terkait, sudah hadir untuk memberikan bantuan makanan. Namun yang paling dibutuhkan saat ini bukan makan, namun aksi nyata pemerintah untuk mengeluarkan air tersebut dengan membuat saluran irigasi.

Banjir ini diakui membuat saluran air bersih masyarakat menjadi terganggu. Sehingga untuk mandi dan mencuci masyarakat memanfaatkan air genangan. Sementara untuk minum warga membeli air gelasan atau air galon.

“Kalau makanan, mohon maaf kami tidak terlalu membutuhkan. Tapi yang paling kami butuhkan adalah tindakan bagaimana air ini bisa keluar, jangan hanya terori saja,” tutupnya. (PL-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *