Tragedi di Selong: Hari Kedua Pencarian Bocah 4 Tahun Hanyut, Tim SAR Masih Nihil

Peroses pencarian M.Azril Filah Busairi oleh tim SAR.(Tim SAR)

SELONG, potretlombok.com – Tim SAR gabungan Lombok Timur (Lotim) masih terus berjibaku melakukan pencarian terhadap M. Azril Filah Busairi (4), bocah warga Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, yang hanyut terbawa arus sungai. Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (25/2/2026) siang, korban belum juga ditemukan meski tim telah menyisir sejumlah titik lokasi.

Koordinator Lapangan Pos SAR Lotim, Ahmad Fatoni Hirwansah, menyampaikan bahwa pencarian hari ini difokuskan di sekitar lokasi kejadian hingga area yang dicurigai sebagai tempat korban terbawa arus.

“Untuk pencarian hari kedua, kami bersama tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga ke gorong-gorong di area pemakaman. Setelah itu, penyisiran dilanjutkan di pinggir Jalan Raya SMA 1 dan memotong jalur yang dicurigai,” ujarnya kepada awak media di lokasi pencarian.

Sebanyak 15 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Mereka terdiri dari Basarnas, Brimob, BPBD, pemadam kebakaran, serta SAR unit setempat. Area pencarian meliputi wilayah persawahan hingga menuju Kembang Kuning, dengan tim yang dibagi dalam satu regu utama.

Hingga siang hari, tim telah melakukan penyisiran maksimal sesuai kemampuan. Namun, pencarian dihadapkan pada sejumlah kendala berat di lapangan. Tumpukan sampah dan pasir di beberapa titik sungai menyulitkan proses penyisiran.

“Sampah yang menumpuk sudah kami bersihkan sedikit demi sedikit, tapi belum maksimal karena keterbatasan personel. Selain itu, kondisi bulan puasa juga membuat tenaga teman-teman di lapangan harus benar-benar dimaksimalkan,” jelas Fatoni.

Baca juga: Sempat Hilang, Kakek Asal Puncak Jeringo Ditemukan Selamat

Keterbatasan peralatan turut menjadi hambatan. Rencana awal untuk menggunakan perahu karet terpaksa dibatalkan karena kondisi medan sungai yang tidak memungkinkan. Tim akhirnya melakukan pencarian secara manual dengan peralatan seadanya seperti jaket pelampung, tali, dan ring buoy.

Fatoni menjelaskan bahwa jalur sungai yang bercabang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Untuk operasi selanjutnya, tim berencana melakukan pergerakan dari posko menuju wilayah Kelaju dan berpotensi bergeser ke Labuhan Haji.

“Karena jalurnya bercabang, kami akan mengikuti alur sungai terlebih dahulu. Setelah itu, jika personel sudah terbagi lebih banyak, baru kami lanjutkan penyisiran hingga ke muara atau Pantai Labuhan Haji,” terangnya.

Sekitar pukul 11.30 WITA, tim sempat menghentikan pencarian sejenak untuk istirahat, shalat, dan makan (ishoma) sekaligus melakukan pengecekan peralatan. Pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 14.00 Wita dengan semangat yang tak kendur meski cuaca cukup terik.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap bocah malang tersebut masih terus berlangsung. Keluarga korban dan warga sekitar tak henti berdoa agar Azril segera ditemukan dalam keadaan selamat. Tim SAR sendiri berkomitmen akan terus melakukan pencarian hingga titik maksimal. (PL-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *