Pemkab Lombok Timur Siaga Dampak Konflik Timur Tengah, Antisipasi Kelangkaan BBM dan Tekan Konsumsi Energi

Selong, potretlombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mulai bersiap menghadapi dampak konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi nasional. Ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian utama karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas dan perekonomian masyarakat.


Dampak Konflik Global, Lotim Waspadai Gangguan Pasokan Energi

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan bahwa kondisi geopolitik global saat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Meski konflik terjadi jauh dari Indonesia, dampaknya dinilai akan terasa hingga ke daerah yang masih bergantung pada komoditas impor.

“Kita masih sangat membutuhkan barang-barang impor dari negara-negara Timur Tengah. Seperti bahan baku pupuk, serta komoditas strategis seperti jagung dan bawang putih,” ujarnya di Selong.

Ia menambahkan, potensi gangguan terbesar ada pada sektor energi, khususnya BBM yang menjadi tulang punggung berbagai aktivitas ekonomi. “Jika pasokan BBM terganggu, hampir semua sektor akan terdampak,” tegasnya.


Wacana WFH–WFO 50 Persen untuk Hemat BBM

Sebagai langkah antisipasi krisis energi, pemerintah pusat mewacanakan penerapan kembali pola kerja seperti masa pandemi, yakni skema work from home (WFH) 50 persen dan work from office (WFO) 50 persen.

Menanggapi hal tersebut, Pemkab Lombok Timur menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan jika aturan resmi diterapkan.

“Kita masih menunggu kebijakan resmi. Intinya, ini upaya untuk berhemat penggunaan BBM agar tidak seperti kondisi saat ini,” jelas Bupati.


Dorong ASN Lebih Responsif dan Inovatif

Selain fokus pada efisiensi energi, Bupati Haerul Warisin juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja lebih cepat, responsif, serta inovatif dalam menghadapi tantangan global.

“Pola kerja di lingkup Pemkab harus lebih cepat dan responsif. Semua pimpinan OPD harus kreatif dan inovatif,” pesannya.


Kebocoran PAD Sektor Tambang Jadi Sorotan

Perhatian khusus juga diberikan pada OPD penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bupati menilai potensi pendapatan dari sektor tambang galian C masih belum optimal akibat kebocoran di lapangan.

“Masih banyak PAD di mulut tambang yang tidak masuk ke daerah. Kalau terus bocor, apa yang kita gunakan untuk membangun?” tegasnya.


Apresiasi Kinerja ASN di Bulan Ramadan

Di tengah berbagai tantangan, Bupati tetap mengapresiasi kinerja ASN yang dinilai mampu menjaga kualitas pelayanan publik selama bulan Ramadan.

Ia berharap momentum Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan meningkatkan semangat kerja dalam melayani masyarakat. (PL-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *