Kebakaran Gudang Oli di Ampenan Mataram, Diduga Akibat Ledakan Stavolt, Kerugian Capai Rp2 Miliar

MATARAM, potretlombok.com — Kebakaran hebat melanda gudang oli di kawasan pertokoan Palembak, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Senin pagi (30/3/2026). Api yang cepat membesar sempat membuat panik warga sekitar, namun tidak menimbulkan korban jiwa.


Diduga Dipicu Ledakan Stavolt di Belakang Ruko

Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh percikan api akibat ledakan stavolt yang berada di bagian belakang ruko. Percikan api kemudian menyambar tumpukan oli di lantai satu hingga kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bagian depan bangunan.

Kapolsek Ampenan, Kompol Ahmad Majemuk, mengungkapkan bahwa seorang saksi sempat mendengar suara ledakan sebelum api muncul.
“Saksi mendengar ledakan dari belakang ruko, lalu melihat percikan api yang langsung menyambar stok oli,” ujarnya.


Empat Karyawan Selamat Usai Lompat dari Lantai Dua

Saat kejadian berlangsung, empat karyawan yang berada di lantai dua langsung menyelamatkan diri dengan melompat karena api terus membesar. Beruntung, seluruh karyawan berhasil selamat tanpa mengalami luka serius.


14 Unit Damkar dan Water Canon Dikerahkan

Warga yang mengetahui kejadian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sebanyak delapan unit mobil damkar milik Pemerintah Kota Mataram dikerahkan ke lokasi, dibantu empat unit dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, dua unit mobil water canon dari Brimob dan Sabhara Polda NTB turut diterjunkan untuk membantu proses pemadaman. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.45 Wita, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Baca juga: Rumah Warga di Sambelia Lombok Timur Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar, Korban Jiwa Nihil

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena seluruh karyawan berhasil menyelamatkan diri.

“Kerugian ditaksir sekitar Rp2 miliar, korban jiwa nihil,” pungkas Majemuk. (PL-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *