Gas LPG 3 Kg Langka di Lombok Timur, Warga Antre Berjam-jam hingga Pingsan

Kelangkaan gas LPG 3 kilogram masih terjadi di sejumlah wilayah Lombok Timur. Warga terpaksa mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas subsidi, bahkan seorang ibu dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan desakan saat antre.
Antrean Panjang, Warga Berdesakan di Pangkalan
LOMBOK TIMUR, potretlombok.com – Kelangkaan gas LPG 3 kg terus dikeluhkan masyarakat. Di beberapa pangkalan, warga terlihat mengantre sejak pagi hari untuk mendapatkan gas subsidi tersebut.
Salah seorang warga, Suratturahman, mengaku sudah menunggu sejak pukul 09.00 WITA. Ia menyebut kondisi antrean sangat padat hingga terjadi desak-desakan.
“Berjam-jam kami menunggu dari pagi. Banyak orang yang ingin membeli, jadi berdesak-desakan,” ujarnya kepada wartawan.
Situasi semakin memprihatinkan ketika seorang ibu yang ikut antre tiba-tiba pingsan. Diduga korban mengalami sesak napas akibat tekanan massa dan suhu udara yang panas.
“Ada yang pingsan karena kesulitan bernapas, cuaca juga panas dan kondisi antrean sangat padat,” tambahnya.
Minim Kepedulian, Warga Fokus Dapatkan Gas
Saat insiden pingsan terjadi, suasana sempat ricuh. Namun, hanya sebagian kecil warga yang memberikan pertolongan. Sebagian lainnya tetap bertahan di antrean karena khawatir kehabisan gas.
Kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kg di tengah pasokan yang tidak menentu.
UMKM Terdampak, Pedagang Terpaksa Cari Cara Bertahan
Kelangkaan gas LPG juga berdampak langsung pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Suratturahman yang berjualan terang bulan mini mengaku kesulitan menjalankan usahanya.
Ia bahkan harus menggunakan gas cadangan di rumah dan mengorbankan kebutuhan sehari-hari demi tetap berjualan.
“Saya pakai gas di rumah untuk jualan. Kami makan seadanya, yang penting usaha tetap jalan. Sekarang gas sudah habis, keliling ke pangkalan juga tidak ada,” keluhnya.
Ia mengaku siap membeli gas dengan harga berapa pun, namun stok di lapangan tetap kosong.
“Berapapun harganya saya siap beli, yang penting ada. Tapi kenyataannya tidak ada yang bisa dibeli,” tegasnya.
Warga Keluhkan Sistem Pembelian, Harus Gunakan KTP
Warga lain, Fitri, mengungkapkan bahwa pembelian gas di pangkalan kini harus menggunakan KTP. Namun, aturan tersebut tidak menjamin ketersediaan gas bagi pembeli.
“Syaratnya harus bawa KTP. Tapi walaupun sudah antre lebih dari dua jam, tetap tidak dapat gas,” ujarnya kecewa.
Baca juga: Warga Paokmotong Tolak Penambahan Mesin PLTD 15 MW, Soroti Kebisingan hingga Limbah B3
Pertamina Belum Beri Kepastian Pasokan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pemerintah daerah terkait penyebab kelangkaan dan kapan distribusi LPG 3 kg di Lombok Timur akan kembali normal.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah untuk menstabilkan pasokan, mengingat LPG 3 kg merupakan kebutuhan vital bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil. (PL-1)
