Warga Kalijaga Timur Keluhkan Jalan Rusak Parah, Debu dari Truk Galian C Picu Gangguan Pernapasan

Lombok Timur, potretlombok.com – Warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, mengeluhkan kondisi jalan kabupaten yang rusak parah dan dipenuhi debu. Kerusakan tersebut diduga akibat aktivitas dump truck pengangkut material galian C yang melintas setiap hari.
Jalan Rusak dan Berdebu Ganggu Aktivitas Warga
Salah seorang warga, Mustaqim, mengatakan kondisi jalan sudah lama mengalami kerusakan tanpa perbaikan signifikan.
“Kalau hujan banyak kubangan, kalau musim panas berdebu. Sangat mengganggu, apalagi kalau di belakang truk, debunya membuat penglihatan dan pernapasan terganggu,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia juga menyebut truk pengangkut material kerap melintas dengan muatan berlebih, sehingga mempercepat kerusakan jalan. Meski warga telah berulang kali menyampaikan keluhan, hingga kini belum ada tindakan nyata.
Akses Vital Penghubung Tiga Kecamatan
Kepala Desa Kalijaga Timur, Hiswaton, menjelaskan bahwa jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Wanasaba, Aikmel, dan Labuhan Haji.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan masyarakat, mulai dari melaporkan ke pemerintah daerah, mengajukan proposal, hingga aksi protes seperti menanam pohon pisang di badan jalan dan memblokade jalur truk.
Warga Tunggu Realisasi Janji Perbaikan
Hiswaton menyebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebelumnya telah berjanji akan melakukan perbaikan jalan melalui anggaran perubahan. Namun hingga saat ini, warga masih menunggu realisasi janji tersebut.
“Selama ini baru sebatas janji. Kami berharap ada kepastian perbaikan dalam waktu dekat,” katanya.
Dampak Kesehatan Mulai Dirasakan Warga
Kondisi jalan yang berdebu juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan fasilitas kesehatan setempat, terjadi peningkatan keluhan gangguan saluran pernapasan, terutama pada anak-anak yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk bersekolah.
“Kami khawatir jika dibiarkan, jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan akan terus bertambah,” ujarnya.
Baca juga: RSUD Soedjono Selong Resmikan Gedung CVCU, Tingkatkan Layanan Jantung dan Pembuluh Darah
Musim Hujan Licin, Musim Kemarau Berdebu
Saat musim hujan, jalan dipenuhi kubangan air dan lumpur licin yang kerap menyebabkan warga terjatuh. Sementara di musim kemarau, debu tebal menutup rumah-rumah warga di sepanjang jalan.
Hiswaton menilai kondisi ini tidak sebanding dengan kontribusi wilayah tersebut terhadap pendapatan daerah.
“Jalan ini menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) miliaran rupiah dari aktivitas galian C, tetapi warga justru harus menanggung dampaknya,” pungkasnya. (PL-1)
