Bupati Semprot Kinerja Jajaran Direksi PT Selaparang Finansial

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, memberikan arahan dalam RUPS XIX Tahun Buku 2025 PT Selaparang Finansial di Labuhan Haji, Rabu (3/3/2026), dengan menyoroti tingginya kredit macet dan rendahnya keuntungan perusahaan.

Lombok Timur, Potretlombok.com– Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menyorot performa kinerja Perusahaan Daerah PT Selaparang finansial yang dinilai masih jauh darin harapan. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Selaparang Finansial XIX Tahun Buku 2025.

Bupati Iron mengkritisi kondisi keuangan perusahaan yang dinilainya timpang. Ia menyoroti tingginya angka kredit macet yang mencapai di atas 10 persen, sementara keuntungan yang dibukukan hanya di bawah 5 persen.

“Yang saya lihat ini keuntungan di bawah 5% tapi kredit macet di atas 10%. Apakah itu bagus? Tidak,” tegasnya, Rabu (3/3/2026).

Ia meminta agar manajemen tidak berpuas diri dan segera bergerak. Instruksi konkret pun diberikan, yakni memprioritaskan penagihan utang dengan melibatkan seluruh elemen karyawan. Namun, Bupati mengingatkan agar para karyawan terlebih dahulu dibekali pelatihan yang memadai untuk tugas tersebut.

Lebih jauh, orang nomor satu di Lombok Timur ini mengingatkan filosofi dasar berdirinya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, BUMD memiliki fungsi ganda yang tidak bisa ditawar meraih keuntungan (profit) sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Bekerja di BUMD bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan untuk melayani masyarakat,” pesannya.

Bupati juga menyoroti pola kepemimpinan di lingkungan BUMD. Ia meminta direksi untuk tidak mengambil kebijakan sepihak. Ruang diskusi dengan para tenaga ahli harus dibuka seluas-luasnya agar setiap keputusan yang diambil tidak merugikan perusahaan.

Tak hanya itu, kebijakan mutasi atau perubahan struktur organisasi pun harus didasari oleh kebutuhan efektivitas bisnis dan rasa tanggung jawab.

Ia meminta manajemen PT Selaparang Finansial untuk melakukan pemetaan ulang (remapping) terhadap potensi pasar dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Ia mendorong inovasi agar dana yang mengendap dapat berputar produktif di masyarakat.

Baca juga: Wakil Bupati Lombok Timur Ajak Ponpes Cegah Perkawinan Anak demi Tekan Stunting

“Kita sesuaikan target dengan potensi yang masuk akal. Saya ingin melihat perubahan nyata pada RUPS tahun depan, kredit macet turun dan keuntungan harus naik,” pungkasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial, Muhammad Isra’I, mengakui bahwa kinerja sepanjang tahun 2025 memang belum maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi nasional dan keterbatasan anggaran. Ia menegaskan bahwa periode ini adalah fase transisi krusial yang harus dikelola secara akuntabel.

“Kami tengah mengimplementasikan sejumlah langkah strategis. Mulai dari restrukturisasi piutang, penataan penyertaan modal, penguatan prinsip kehati-hatian, optimalisasi biaya, hingga perbaikan sistem pengendalian internal (SPI) dan fokus pada penyelesaian kredit macet untuk menyehatkan neraca perusahaan,” jelas Muhammad Isra’I. (PL-1)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *