Kabar Gembira! Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya.

Jakarta, potretlombok.com – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam keterangan pers di Istana Merdeka.
Harga Minyak Dunia Masih di Bawah Asumsi APBN
Pemerintah menyebut stabilitas harga BBM subsidi didukung oleh kondisi harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang saat ini berada di kisaran 77 dolar AS per barel.
Angka tersebut masih berada di bawah asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 100 dolar AS per barel, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup untuk menjaga harga BBM tetap stabil.
Stok Energi Nasional Dipastikan Aman
Selain faktor harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok energi nasional dalam kondisi aman.
Cadangan untuk solar, bensin, hingga LPG disebut berada di atas batas minimum, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan dalam waktu dekat.
Kerja Sama Energi dengan Rusia Diperkuat
Kebijakan ini juga didukung oleh upaya pemerintah memperkuat kerja sama energi jangka panjang dengan sejumlah negara, termasuk Rusia.
Menteri ESDM mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai kesepakatan terkait pasokan minyak mentah guna memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Konsumsi BBM kita sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik sekitar 600 ribu barel per hari, sehingga masih terdapat kebutuhan impor sekitar 1 juta barel per hari,” ujarnya.
Rencana Pembangunan Kilang dan Infrastruktur Energi
Selain pasokan minyak, kerja sama tersebut juga mencakup rencana pembangunan infrastruktur energi, seperti kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage).
Skema kerja sama disebut akan dilakukan melalui mekanisme Government to Government (G2G) maupun Business to Business (B2B), meski nilai investasinya masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
Indonesia Terapkan Prinsip Ekonomi Bebas Aktif
Pemerintah menegaskan bahwa kerja sama energi dengan berbagai negara merupakan bagian dari prinsip “ekonomi bebas aktif”.
Melalui pendekatan ini, Indonesia membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Rusia, negara-negara Afrika, Nigeria, hingga Amerika Serikat, demi memenuhi kebutuhan energi nasional.
“Apapun yang menguntungkan negara, harus kita lakukan,” tegas Menteri ESDM.
Baca juga: Gas 3 Kg Langka di Lombok Timur, Pemkab Ungkap Penyebab Utamanya: Panic Buying
Masyarakat Diminta Tidak Perlu Khawatir
Dengan stabilnya harga minyak global, terjaganya stok energi, serta diversifikasi sumber pasokan, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi tanpa kekhawatiran terhadap kenaikan harga BBM subsidi.
